Workshop Pengembangan Pembelajaran Online

 

Online learning dan e-learning adalah dua konsep yang berbeda.  Hal ini dianggap krusial untuk dijelaskan lebih lanjut mengingat sekarang sudah memasuki era Revolusi Industri 4.0. Sasaran dari workshop terkait pengembangan pembelajaran online tentu saja para akademisi di lingkungan Universitas Negeri Jakarta. Oleh karena itu, Pusat Sumber Belajar (PSB) – Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu tanggal 22-23 November 2018 lalu telah mengadakan workshop tersebut di Hotel Santika, Bekasi.

Bapak Jhony Lagun Siang, M.Pd selaku narasumber menjelaskan bahwa online learning merupakan materi pembelajaran yang disajikan dengan komputer. Salah satu contohnya adalah blended learning yang merupakan irisan dari pembelajaran konvensional dan pembelajaran berbasis IT. Model blended learning yang banyak diterapkan adalah flex classroom dan flipped classroom.

Di sisi lain, blended learning itu sendiri menggunakan platform pembelajaran berupa moodle yang sebenarnya merupakan e-learning,” lanjut Jhony menambahkan. E-learning adalah platform pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik LAN, WAN atau Internet.

Selain moodle, juga ada plicker, periscope dan google classroom. Kunci dari pembelajaran e-learning adalah program mapping yang tertata dengan baik. Jadi, perbedaan mendasar antara online learning dan e-learning adalah keluasan arena penggunaannya yang kompleks.

Dua materi tersebut menjadi penting untuk dipahami bersama karena UNJ akan mulai menerapkan pembelajaran online tahun depan dan yang akan mengawali adalah Pascasarjana” tegas Prof. Dr. Suyitno Muslim, M.Pd selaku Koorpus PSB.

Penggunaan e-learning tersebut masuk dalam kategori pengembangan software LMS atau Learning Management System. Bapak Hasnidar Hasan selaku narasumber juga memberikan penggunaan salah satu contoh e-learning yaitu Kelase. Di Kelase terdapat dua kelas yaitu kelas privat dan kelas publik. Tujuan pembuatan kelas tersebut untuk membagi materi dan membuat bank soal.

Harapannya UNJ bisa ikut mengembangkan virtual classroom di masa yang akan datang dan jangan lupa untuk terus belajar serta berbagi ke rekan dosen lainnya supaya harapan tersebut menjadi tujuan yang bisa dicapai bersama,” kata Dr. Riyadi, MT selaku Sekretaris LP3M kepada para peserta workshop.

 

(CN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *